Array

Array

Anak Dibawah 7 Tahun Dilarang Belajar Membaca ???

Tulisan ini merupakan rangkuman dari beberapa sumber yang saya gabungkan menjadi satu.  Sekarang kita mulai saja dengan pendapat dari Prof. Suharyadi dari UI mengatakan jika ada anak yang sampai usia 7 tahun belum bisa membaca maka para orang tua semestinya berbahagia karena hal itu yang benar.  Ditambahkan lagi sebelum usia 7 tahun anak jangan diajarkan untuk membaca karena akan membuat otak anak justru tidak bisa berkembang dengan optimal.

Kalau menurut Prof. DR. Dedi Supriadi, Guru Besar Universitas Pendidikan Bandung dengan tegas menjawab bahwa anak usia dini dapat diajari membaca,menulis dan berhitung.  Kalau kita kasih pertanyaan seperti judul di atas beliau akan menjawab bahkan anak usia dini dapat diajar tentang sejarah, geografi dan lainnya.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah banyaknya SD yang tidak mau menerima kalau lulusan TK yang belum bisa membaca.  Hal inilah yang menjadi kontraversinya pernyataan kedua profesor diatas.

Contoh di Switzerland ada peraturan pemerintah saat anak-anak di TK para orang tua tidak diperbolehkan mengajar anak membaca.  Hal ini mungkin saja berdasarkan pada beberapa buku psikologi perkembangan yang merupakan hasil pemikiran dari tokoh-tokoh besar psikologi perkembangan anak seperti Plato, Piagiet, Jhon Amus Commenius dan masih banyak lagi.  Bisa saja kita ambil contoh Einstein yang baru bisa baca di kelas 3 SD yang ternyata menjadi orang jenius.

Begitu juga dengan buku karya Jim Trelease judulnya Read Aloud Handbook menganjurkan tidak mengajarkan membaca hingga usia 7 tahun yang terkait dengan kebijakan Finlandia.

Bahkan di Jeman hal ini sudah dimasukkan kedalam Undang-undang yang mengatakan kalau orang tua atau guru mengajarkan anak membaca di bawah 7 tahun akan dikenakan pasal kekerasan anak.

Dibawah ini adalah berdasarkan pengalam pribadi salah satu pembaca yang mana sebagai gambaran sekolah di Kanada membuat hal-hal “sesuatu” sehingga anak-anak senang pergi ke sekolah :

  1. Ujian hanya dilakukan 2 kali dikelas 3 dan kelas 6 dan itupun hanya untuk pelajaran bahasa dan matematika.  Hal ini hanya untuk memantau pencapaian kurikulum tingat propinsi.
  2. Tidak ada yang namanya tinggal kelas.  Semua anak pasti naik kelas dan semua pasti lulus.
  3. Tidak ada ranking yang ada adalah raport untuk mengetahui perkembangan siswa saja.
  4. Yang menarik adalah “bermain” menjadi bagian dari kurikulum.

Jadi semuanya tergantung sikap kita sebagai orang tua,guru dan pemerintah yang mempunyai “kekuasaan” untuk melakukan dan tidak melakukan hal-hal tersebut di atas.  Kalau menurut saya pribadi lebih baik tidak mengajarkan membaca kata-kalimat kepada Anak usia dini secara langsung melainkan bagaimana kita bisa menumbuhkan minat baca ke pada anak-anak kita. Thakan’s for everything.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Keyword:

Artikel Menarik Lainnya :
  1. Internet Murah Pakai VPN
  2. Jawaban Kesalahan Perhitungan MS Excel 2007
  3. Flazzcash Scam dan Tidak Bertanggung Jawab
  4. Inilah Situs Kontroversial…
  5. Download You Tube Langsung di sini
  6. Software Gratis Untuk Partisi Harddisk
  7. Cara Menampilkan Subtitile Film di TV LCD
  8. Download Kho Ping Hoo Lengkap Jar (Java) bag. 2
  9. Cara Buat Game Sendiri dengan Gamemaker
  10. Patung Sphinx Ada Sebelum Peradaban Mesir

Kalau agan merasa tertarik dengan artikel ini, silahkan luangkan sedikit waktu untuk meninggalkan komentar atau memberikan sedikit tempat untuk RSS Feed di blog atau website agan dari artikel terbaru dan terbaik di blog ini.

No comments.

Leave a Reply


+ 2 = 4

This site is using OpenAvatar based on
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline