Negeri Gaib “Terungkap” di ketapang
| mungkin blom banyak yang mendengar tentang padang 12(duabelas) biasanya orang orang sekitar ketapang saja yang mengetahui banyak tentang padang 12. percaya atau tidak tetapi emang benar2 ada dan nyata sebuah kabupaten yang letaknya di propinsi kalimantan barat yang bernama di padang 12 terdapat sebuah perkampungan biasa yang masyarakatnya taat banyak orang yang ingin membuktikan keberadaan daerah itu cuman tidak pernah ada yang pernah membuktikan langsung tu adalah H.Rhoma Irama (artis / raja dangdut) di lain sisi di catatan kantor apa gitu pokoknya yang mengurus tentang kendaraan mobil mewah seperti ferrari dan mclaren bisa juga digaibkan toh tahun brapa ane lupa 7 kapal besar bermuatan mobil mewah hilang di perairan paman gw sendiri yang pernah ngeliat mobil sport warnah merah gak tau merk nya ada seorang bidan bersalin di ketapang namanya bidan RATNA, suatu malam rumahnya setelah mereka pergi dari rumah bidan, bidan ppun langsung masuk kerumah, dan setelah di selidiki ternyata yang melahirkan pada malam itu adalah salah satu sampai sekarang emas tersebut masih ada di simpan oleh sang bidan cerita ini saya dengar sendiri dari bidan ratna, orang nya sekarang masih hidup, |
Ini dia laporan dari Pontianak Pos
Benarkan “Orang Kebenaran” Itu Ada?
Misteri Padang 12 Tak Pernah Terungkap
Ketapang,- Padang 12 sampai sekarang menyimpan sejuta tanda tanya.
Masyarakat mempercayai di kawasan ini dihuni komunitas bangsa Halimun atau
“orang kebenaran”. Bagaimana pandangan masyarakat Ketapang dengan kawasan
Padang 12 itu?
Andi Candra, Ketapang
MASYARAKAT Ketapang mempercayai “orang kebenaran” adalah orang suci dan
jujur. Ada juga yang percaya “orang kebenaran” adalah golongan Jin muslim
yang bermukim di daerah tertentu. Namun sekelompok masyarakat lain juga
mempercayai bahwa “orang kebenaran” merupakan keturunan malaikat Harut dan
Marut. Tapi yang pasti adalah beragam cerita seputar Padang 12 dipercayai
masyarakat. Bahkan ada cerita pertolongan yang diberikan manusia secara
kebetulan, telah memberkahi keturunan manusia itu.
Disebut dengan Padang 12, karena di lokasi ini hanya 12 kilometer yang
diyakini penuh dengan misteri. Kawasan ini dipenuhi dengan pasir kuarsa yang
ditumbuhi oleh pohon kayu putih (pinus). Kendati diyakini 12 kilometer,
namun pandangan kalangan tertentu, kawasan ini adalah kota besar alam gaib.
Bahkan harta karun juga dipercaya tertimbun di Padang 12.
Penampakan pada kalangan tertentu pernah terjadi. Sering kali warga
menemukan kejadian aneh di kawasan itu. Dari wujud manusia sampai babi
berbulu merah pernah warga temukan di Padang 12. Misalnya saja Mat Noor.
Perjalanan dari Ketapang ke Kendawangan di dalam suatu bis dia menemukan
orangtua yang jambang panjang. Selama bis melaju mereka bercerita panjang.
Sampai di kawasan Padang 12, orangtua itu turun dan mengajak Mat Noor pergi.
Dia menolak dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis. Bagi orang,
jika penumpang turun di kawasan itu hal yang biasa. Karena di kawasan itu
sudah dipercayai kawasan orang kebenaran. Ketika ngobrol panjang di dalam
perjalanan, Mat Noor sempat mengunyah permen yang diberi, tapi bungkusnya
diminta kembali. Kejadian 1987 itu ternyata saat sekarang Mat Noor bisa
mengobati orang yang sakit.
Cerita lain yang dituturkan Rohendi, seorang bidan diajak orang kebenaran
menolong istrinya melahirkan. Ajakan itu diterima, setelah menolong
persalinan, orang kebenaran tak memiliki uang dan berniat memberinya kunyit.
Dia tak mngetahui orang kebenaran itu, karena menganggap kunyit mudah
didapatkan, pemberian yang ditawarkan selama tiga kali itu ditolaknya. Bidan
itu mengikhlaskan pertolongannya.
Selang malam hari salah satu keluarga bidan itu diberi kabar lewat mimpi.
Bahwa keluarganya itu telah menolak pemberiannya. Dalam mimpi dia
menasehatkan supaya jangan menolak, karena dianggap kurang baik. Namun wujud
terima kasih, keturunan keluarga itu menjadi orang berhasil dan berpangkat
di Tanah Kayong.
Berbeda lagi dengan seorang pedagang dari Ketapang ke Kendawangan dengan
menngunakan sepeda. Dalam perjalanan pedagang keturunan Jawa itu bertemu
dengan orangtua dan anak kecil. Orang itu meminta air kepada dirinya. Air
yang diminta tak diberikan pedagang tadi. Karena tak diberi, orang itu
mengatakan tidak mengapa. Anehnya perjalanan pedagang itu, baru sampai ke
Kendawangan seminggu lamanya. Dia masuk keluar hutan, akhirnya barang yang
dibawanya habis di tengah jalan karena terjatuh. “Ini lagi memang nyata juga
terjadi di Padang 12, siapa namanya saya sudah lupa, tapi dalam perjalanan
ada yang menahannya dan minta rokok. Bukan hanya rokok yang diberikan orang
itu, tapi diajak bicara dan diajak makan bekalannya, setelah orang tadi
pergi, tujuan ke Kendawangan hanya dikayuh dengan sepeda hitungan menit,”
cerita Rohendi.
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=146924287
Informasi Terkait:






















Leave your response!