Array

Array

Penemu Amerika Bukan Columbus atau Cheng Ho tapi…?

No Gravatar

Memang selama ini yang sangat sangatlah terkenal sebagai penemu benua Amerika adalah seorang Columbus atau Christoper Columbus nama lengkapnya.  Konon dia lah orang pertama yang menemukan benua Amerika dan itulah yang di ajarkan waktu kita sekolah dulu.  Betul nggak ?.

Christoper Columbus adalah seorang penjelajah  dan pedagang  yang menyeberangi Samudra Atlantik  dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492 di bawah bendera Castilian  Spanyol. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat. Dia adalah enemu Amerika ? jawabannya adalah jelas bukan.
Read the rest of this entry »

Array

Array

Galapagos,Indonesia,Darwin dan Surat Ternate

No Gravatar

Saya jamin kamu pasti bingung membaca judul di atas.  Nggak usah pusing dan mumet, sedangkan saya yang nulis juga bingung mau ngasih judul apa untuk artikel ini.  Ya udah gini aja, kita kali ini berbicara mengenai Charles Darwin yang sangat terkenal dengan teori evolusinya tersebut namun sayang sudah di hancur leburkan alias teori sudah terbantahkan oleh cendikiawan Harun Yahya.

Kalau film ada opening scane tapi kalau di blog saya kasih image opening ha ha ah mulai ngawur nih….nih saya kasih gambar yang baru saja saya buat pakai photoshop biar nggak bosan lihat tulisan terus.

Teori evolusi nggak usah di bahas karena udah nggak ada gunanya karena sudah jelas keanehan-keanehannya.  Sekarang kita buka aja rahasia penelitian Darwin di kepulauan Galapagos.  Dimana dia sudah meneliti selama 20 tahun di sana tapi tidak memberikan hasil.
Read the rest of this entry »

Array

Array

Greenpeace Gunakan Data Palsu untuk Tekan Negara Berkembang Bagian 2

No Gravatar

Ada beberapa pengunjung yang memprotes atau bahasa halusnya mengeluh bahwa postingan dengan http://khairilinsani.com/greenpeace-gunakan-data-palsu-untuk-tekan-negara-berkembang.html tidak bisa di lihat lagi artikelnya.  Dan saya pun baru mengetahaui setelah mencek langsung.  Padahal sebelumnya tulisan ini baik-baik saja dan untuk menjawab itu semua kembali saya posting kan artikel ini dan mudah-mudahan tidak ada pihak yang “mengganggu” artikel ini.

Kasus ‘Serangan’ Greenpeace thd Sawit Indonesia Masuki Ranah Politik yg Bahayakan RI
________________________________________
DPR: Kalau Perlu Greenpeace Tinggalkan Indonesia
Kamis, 30 September 2010 , 18:51:00 WIB

RMOL. Tuntutan agar LSM Greenpeace segera hengkang dari Indonesia semakin mengemuka. Kalangan anggota DPR curiga, Greenpeace membawa misi terselubung yang membahayakan perekonomian nasional.
Greenpeace ditengarai menggunakan data-data palsu untuk menyerang perusahaan perkebunan di Indonesia. Bahkan, dalam audit yang dilakukan oleh auditor independen dari Australia, ITS Global, terungkap adanya indikasi persaingan dagang negara Barat melawan negara berkembang seperti Indonesia.
Ketua Faksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsyah menyatakan, jika temuan auditor ITS Global terbukti benar, wibawa Greenpeace dipastikan akan melorot di dunia internasional. “Kalau memang benar, maka sungguh naif bagi Greenpeace yang dikenal luas ternyata menggunakan data palsu,” tukas Ketua Komisi yang membidangi Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian itu di Jakarta, kepada wartawan, Kamis (30/9).
Jika terbukti benar, Jafar mendesak pemerintah menindaktegas Greenpeace. Ia meminta Greenpeace tidak lagi beraktivitas di tanah air.
“Bila perlu Greenpeace jangan ada lagi di Indonesia,” tambahnya. Jafar juga mengaku prihatin terkait desakan internasional yang kerap memojokkan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Padahal, oksigen sama-sama dinikmati seluruh dunia.
“Lalu kenapa hanya kita saja yang bertanggungjawab? kata Jafar.
Terkait aktivitas Greenpeace di Indonesia, Jafar mendesak pemerintah untuk terus mengawasi sekaligus mengevaluasi kinerja LSM asing tersebut. Ia beralasan, langkah itu sangat penting guna mengamankan kepentingan nasional.
“Kami meminta Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan instansi terkait lainnya melakukan pengawasan dan evaluasi. Ini untuk menghindari agar data yang diberikan Greenpeace tidak asal-asalan,” imbuhnya.
Tentang foto satelit yang sering digembor-gemborkan Greenpeace sebagai bukti kerusakan hutan Indonesia, Jafar mengaku kurang puas. Alasannya, foto satelit belum bisa dijadikan sebagai indikasi. Harus ada langkah lanjutan seperti survei langsung ke lapangan.
“Contohnya, kita belum bisa membedakan padi atau lalang kalau hanya difoto dari udara. Tapi kalau langsung terjun ke lapangan, itu baru bisa dipastikan,” jelasnya. Bahkan, Jafar juga meragukan apakah para aktivis Greenpeace pernah masuk hutan atau belum.
“Mudah-mudahan saja Greenpeace pernah masuk ke hutan. Kalau tidak, bisa kacau,” kata Jafar tertawa.

http://rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=5199

Greenpeace Diduga Gunakan Data Palsu untuk Tekan Negara Berkembang
Rabu, 29 September 2010 , 13:06:00 WIB
RMOL. Tuduhan Greenpeace tentang perusakan hutan di Indonesia diyakini hanya bohong belaka. Hal ini terkuak ketika International Trade Strategies Global Asia Pacific (ITS Global) merilis laporan terbaru tentang kejahatan Greenpeace. ITS Global adalah lembaga audit independen berbasis di Melbourne, Australia, yang sudah 16 tahun eksis bidang strategi perdagangan internasional, kebijakan lingkungan, bantuan pembangunan, strategi komunikasi, dan penelitian.
Dalam laporan yang dirilis ITS Global dan dikutip media Australia, EarthTime.Com (Minggu, 26/9) disebutkan bahwa Greenpeace kerap menggunakan data dan informasi palsu guna menyerang kredibilitas perusahaan yang jadi target sasaran. ITS Global juga meyakini bahwa Greenpeace telah melakukan kejahatan yang sangat serius.
Alan Oxley, Direktur ITS Global mengungkapkan, pihaknya telah mengkaji dokumen bulan Juli 2010 bertajuk “Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi,” sebuah laporan yang memfokuskan sebagian besar perhatiannya pada praktik-praktik kehutanan yang berkelanjutan dari Asia Pulp & Paper (APP) yang berbasis di Jakarta, salah satu perusahaan bubur kertas dan kertas terkemuka di dunia. Menurut Oxley, audit tersebut secara sistematis menganalisis 72 klaim Greenpeace terhadap APP yang mencakup lebih dari 300 catatan kaki dan sekitar 100 referensi.
Melalui kajian tersebut, terbukti Greenpeace memberikan kutipan-kutipan yang tidak ada; peta-peta yang menunjukkan konsesi yang tidak ada; dan menggunakan materi sumber dengan toleransi kesalahan tinggi yang dikutip sebagai fakta mutlak.
“Pemeriksaan yang cermat atas bukti tersebut menunjukkan, bahwa laporan Greenpeace tersebut sangat menyesatkan dan sama sekali tidak dapat dipertahankan. Klaim tentang ekspansi perusahaan besar-besaran secara rahasia di Indonesia didasarkan pada informasi fiktif. Dan informasi yang mendukung dugaan bahwa perusahaan terlibat dalam praktik kehutanan ilegal pada lahan gambut adalah tidak berdasar maupun merupakan kesalahan yang sangat serius,” tukas Oxley.
Adapun laporan audit tersebut merujuk dua klaim utama terhadap APP yang disebut ITS Global tidak berdasar, yakni tuduhan ekspansi perusahaan dan emisi gas rumah kaca. Seperti diketahui, sebelumnya Greenpeace mengklaim APP secara rahasia berencana untuk memperluas konsesinya secara dramatis seluas 900.000 hektar antara tahun 2007 dan 2009, dengan melandaskan tuntutannya pada dokumen internal yang dianggap benar serta menolak untuk mengungkapkannya.
Greenpeace juga mendukung klaimnya dengan peta-peta yang dibuat dengan menandai beberapa area konsesi APP. Sebaliknya, menurut audit tersebut, konsesi pemasok APP meningkat hanya sebesar 25.000 hektar lebih dalam kurun waktu tersebut. Selain itu, tidak ada bukti bahwa rencana ekspansi tersebut pernah menjadi kebijakan perusahaan. Bahkan, dalam audit itu, peta dalam laporan Greenpeace tersebut menunjukkan empat konsesi yang tidak pernah ada.
Selanjutnya, emisi gas rumah kaca. Laporan Greenpeace menegaskan, bahwa APP memainkan peran utama dalam meningkatkan emisi gas rumah kaca dengan merusak lahan gambut yang bernilai tinggi. Anehnya, laporan tersebut mengutip serangkaian peta, yang diakui pembuatnya, memiliki toleransi kesalahan hingga 31 persen. Bahkan, Universitas pertanian terkemuka Indonesia menilai, batas kesalahan dari peta-peta tersebut mencapai 90 persen. Itulah sebabnya, menurut ITS Global, klaim Greenpeace bahwa APP merupakan kontributor utama terhadap emisi gas rumah kaca tidaklah benar.
“Yang menyedihkan hal ini bukanlah insiden yang terpisah. Sebelumnya Greenpeace telah membesar-besarkan klaimnya. Ketika kami melihat laporan seperti ini dengan ketidakakuratan faktual yang jelas seperti itu, hal tersebut membuat kami mempertanyakan agenda Greenpeace sesungguhnya, mempertaruhkan kebaikan yang lebih besar demi mewujudkan tujuan politiknya sendiri,” tandasnya.
Oxley juga memperingatkan bahwa gencarnya kampanye menyesatkan Greenpeace terhadap kehutanan di negara-negara berkembang pada akhirnya membahayakan jutaan mata pencaharian yang tergantung pada sektor hutan

http://rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=5077

————–
Harap diketahui saja oleh para elit di Indonesia, model ‘soft intervention’ atau ‘Soft War’ dalam menaklukkan negara-negara berkembang oleh bekas negara Penjajahnya dulu, kini mulai menjadi trend baru di era dekade pertama abad 21 ini. Era tahun 1980-2000-an, pola itu dilakukan dengan memakai tangan IMF dan World Bank, di dalam mengatur dan mengendalikan perekonomian negeri-negeri berkembang seperti Indonesia, sehingga kedaulatan ekonominya tergadaikan dan sebagain besar asset-asset negeri dan rakyatnya pada akhirnya di kuasai asing.
Kini mereka akan memakai strategi yang jauh lebih halus dan lunak, tetapi tetap saja mematikan. Mereka lebih banyak memakai tangan-tangan LSM, lembaga-lembaga non-profit dan sejenisnya, berkedok ilmiah, pelestarian lingkungan, issue ‘global warming’, dan bahkan berkedok akan terjadinya kiamat tahun 2012. Pengalaman perang fisik yang dilakukan AS dan Eropa di Irak dan Afghanistan, tampaknya mulai menyadarkan mereka semua bahwa konflik fisik untuk menguasai suatu bangsa dan negeri di abad 21 ini, hanya berakibat fatal dan sangat menggerogoti sendi-sendi ekonomi mereka. Dan itu terbukti saat terjadi krisis ekonomi di akhir 2008 lalu, saat krisis keuangan global yang mereka alami saat itu, sedikit banyak diakibatkan pula oleh keterlibatan mereka di konflik di kedua negara berkembang tadi.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5452893
Read the rest of this entry »

Array

Array

Penyerbuan Indonesia Ada Di Dokumen CIA

No Gravatar

Informasi yang satu ini bisa di bilang serius tapi nggak perlu di tanggapai serius masalahnya kenapa ?.  Nah, inilah Top secretnya dan saya jamin setelah semua dokumen rahasia ini kamu baca maka akan menemukan sendiri jawabannya.  Ok, biar tidak terlalu bertele-tele langsung simak aja informasi berikut :


Read the rest of this entry »

Array

Array

Oom Nostradamus Ternyata Mencontek?

No Gravatar

Oom yang satu ini emang keren banget, mengapa oh mengapa karena oh karena banyak ramalannya yang jitu.  Bagi yang belum kenal nih saya kasih fotonya ukuran kecil aza buat di taruh di dompet hi hi hi hi.

Ini namanya oom Nostradamus dia tukang ramal yang banyak di kagumi orang-orang. Mau tahu apa aja ramalannya…..
Read the rest of this entry »

Array

Array

Mungkin ini, sebab SBY batal ke Belanda?

No Gravatar

Rame juga berita yang satu ini, SBY batal ke Belanda dan seluruh media membuat berita ini menjadi headline selain berita tabrakan kereta api, lumpur lapindo dan apalah itu, yang panting rame untuk di dengar, dilihat dan tentu saja di komentari. Betul tidak ? betul..betul..betullll.

Kalau kita sich yang batal pergi keluar negeri  biasa aja. Biasanya sich nggak jauh-jauh dari dana dan modal dan duit (sama aja itu maksudnya) he he he.  Niat sich ada tapi kemampuan tak ada alias besar pasak dari pada yang mau di pasakin (wah..peribahasa baru nich, ntar saya patenkan aja langsung).  OK kembali serius nich.

Sebenarnya ada satu sosok yang dicurigai penyebab utama kenapa SBY batal ke Belanda.  Biar situasinya terang benderang inilah infonya sekalian dech saya kasih fotonya.


Read the rest of this entry »

Array

Array

Dokumen Rahasia Lumpur Lapindo

No Gravatar

Nah, ini seru nich..dokumen rahasia lapindo ini sebenarnya udah bocor lama banget, sekitar pertengahan 2009 yang lalu.  Dan yang lebih serunya hal ini malah di publikasikan oleh Aljazeera dan tentu saja membuat kebakaran jenggot pihak yang merasa terlibat.  Biar ngak penasaran ini ulasannya yang saya ambil dari www.tambangnews.com.


Read the rest of this entry »

Array

Array

Akses Internet Pakai Opera Mini Lewat PC

No Gravatar

Sebenarnya trik atau cara ini udah lama banget adanya.  Mungkin waktu om fir aun masih muda udah pakai ini kali ya.  He he he itu tadi bercanda kok!. Ini nih yang serius.  Saya pertama jumpa trik ini di tahun 2008 silam namun alangkah baiknya trik ini saya tulis kembali siapa tahu bisa berguna bagi yang muda-muda he he he.

Sebenarnya lagi ..lagi..lagi..trik ini adalah meruapakan bahwasanya dan (wah kacau nih penulis blepotan)..hm..hm..hm opera mini biasanya kita akses lewat HP tapi dengan bantuan emulator yang bernama SjBoy kita bisa akses lewat compie selain murah meriah dan tadi saya sempat hitung untuk browsing sangat cepat dan murah lagi 1 jamnya rata-rata 600 perak. ha ha ha ha hemat energi hemat biaya.
Read the rest of this entry »

Array

Array

Greenpeace Gunakan Data Palsu untuk Tekan Negara Berkembang

No Gravatar
Kasus ‘Serangan’ Greenpeace thd Sawit Indonesia Masuki Ranah Politik yg Bahayakan RI

DPR: Kalau Perlu Greenpeace Tinggalkan Indonesia

Kamis, 30 September 2010 , 18:51:00 WIB


RMOL. Tuntutan agar LSM Greenpeace segera hengkang dari Indonesia semakin mengemuka. Kalangan anggota DPR curiga, Greenpeace membawa misi terselubung yang membahayakan perekonomian nasional.

Greenpeace ditengarai menggunakan data-data palsu untuk menyerang perusahaan perkebunan di Indonesia. Bahkan, dalam audit yang dilakukan oleh auditor independen dari Australia, ITS Global, terungkap adanya indikasi persaingan dagang negara Barat melawan negara berkembang seperti Indonesia.
Read the rest of this entry »